Lamongan, Soto dan Amrozy

0 Comments »
Ingat Lamongan, ingat soto. Saya tidak berkelakar, tetapi trademark Lamongan sebagai kota soto telah diakui seantero (paling tidak di Jawa-lah). Coba, kalau Anda sempat cuci mata dan jalan-jalan, perhatikan tulisan penarik minat konsumen yang dipasang para penjual soto. "Jual soto Lamongan, Asli". Atau ada yang nulis "Soto asli dari Lamongan". Padahal belum tentu juga yang punya asli Lamongan. Bisa saja mereka cuma nampang "nama besar".

Pernah suatu kali saya pesan beberapa mangkok soto bersama teman. Kira-kira sebulan lalu, pas kami jalan-jalan di Malang. Iseng-iseng saya tanya "Pak, memang dari lamongan ya, kok jualan soto lamongan?" Apa jawabnya "O, ndak mas. Saya asli malang sini kok !" Lho ya.

Gara-gara soto pula, setiap saya pulang kampung, teman-teman di kampus gak bosan-bosannya pesan soto. Padahal Anda tahu sendiri bukan, berapa jarak surabaya-lamongan? kira-kira 2-2.5 jam perjalanan. Kalau benar-benar saya bawakan soto itu, dikampus pasti sudah dingin. Tentunya tidak nikmat lagi.

Dan, tidak semua orang lamongan bisa bikin soto. Hampir semua kerabat dan keluarga saya (yang notabene asli lamongan) juga kurang mahir membuat masakan berkuah ini (Maaf ibu, bukan berarti masakan bunda gak enak). Paling-paling yang "jago" hanya orang-orang tertentu. Lebih spesifik, begitu maksudnya.

Lalu amrozy? o tunggu dulu. Nama ini juga ikut-ikutan menjadi trademark kota Lamongan. Sayang, bukan brand yang bagus. Sampai-sampai banyak warga asli lamongan yang mesti "tiarap" beberapa saat pasca peledakan bom di bali tahun 2002 silam. Begitu juga "soto lamongan". Saya masih ingat, ketika kawan Ayah saya yang membuka usaha warung di Bali mesti ganti nama. Pokoknya semua yang berbau lamongan harus diganti. "Lho kenapa?" tanya saya keheranan. "Memang mau jadi sasaran amuk massa".

Saya juga masih sering ketiban sial. Jika ditanya asal daerah dan saya jawab "Dari lamongan" selalu saja diikuti dengan kata-kata "Wah, awas ntar di bom loh". Saya tahu, mereka tidak serius, tetapi jika dibiarkan, bisa-bisa citra lamongan sebagai sarang pembuat bom bisa-bisa menjadi brandname sungguhan.

Padahal, Lamongan bukan cuman soto atau amrozy saja. Di kota ini masih banyak potensi lokal yang bisa dikembangkan. Ada masakan khas lainnya, seperti wingko babat, pantai tanjung kodok, tempat ziarah sunan drajat hingga tempat pelelangan ikan di Paciran yang menawarkan beragam ikan laut. Dan, semua juga layak dikunjungi kok !
18.58

Welcome to Lamongan Tourism

0 Comments »

Welcome to Lamongan Tourism
Lamongan Regency is one of tourism place in East Java, which has potency of nature, culture and tourism attraction that be able to expose the completely tourism enchantment (The East Java Natural Enchantment).

Lamongan is one of tourism object in East Java that has glamour nature and marvelous culture, such as the unique of Maharani Cave, or the fascinating of marine / WBL tourism area, the amazing of Gondang Dam tourism area and there are still a lot of tourism object which is interesting to be visited.

Lamongan regency is belongs to Satuan Wilayah Pembangunan (SWP) of GERBANGKERTOSUSILA, a district development unit covering the regency of Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Sumenep, Sidoarjo and Lamongan. Beside its tourism object, Lamongan also has industrial area and special food which has its own characteristic, such as; Bamboo industry, wooden industry, pottery craft, batik craft, bag craft, carpet, etc.

07.22

Lamongan Map - Peta Kabupaten Lamongan

0 Comments »
lamongan map
10.51

INVESTMENT

0 Comments »
Tourism sector in Lamongan Regency has enough prospective opportunity to be developed into tourism industry. It will be capable in a tourism competition with the other area or even in the world. This may be reasonable, because the tourism objects have enough immeasurable and have special characteristic. Its value is also can compare with other area.


The tourism expansion is not only can increase the regency’s earnings, but it also can make Lamongan knowable well by the tourists. The investor will get a satisfaction, because Lamongan has its potential region as an investment area with its tourism objects, such as; Maharani Cave, Marine Tourism, Sunan Drajad Grave, Gondang Dam, Sunan Sendang Duwur, Industry, etc.

10.50

PHOTOS GALLERY OF LAMONGAN TOURISM

0 Comments »
10.31